Waralaba Kafe CinnZeo

Wednesday, April 16, 2003

Tak bisa lari dari `takdir` Ungkapan ini pas untuk menggambarkan perjalanan Tara Amalia Diandra, komisaris PT Triandra Rasa Investama, pemegang hak waralaba kafe CinnZeo di Indonesia.

Tak bisa lari dari `takdir` Ungkapan ini pas untuk menggambarkan perjalanan Tara Amalia Diandra, komisaris PT Triandra Rasa Investama, pemegang hak waralaba kafe CinnZeo di Indonesia. Buktinya, meski pernah bercita-cita menjadi seorang dokter, toh akhirnya ia nyemplung juga menjadi pengusaha-persis yang dilakoni om (Pontjo Sutowo, Adiguna Sutowo) dan tantenya (Endang Utari Mokodompit). 'Sesudah menikah dan punya anak, saya bingung: mau ngapain. Akhirnya, ya sudah, buka usaha yang waktunya fleksibel,' katanya kepada Warta Ekonomi.

Tara mengaku, ia sebetulnya tak memiliki latar belakang bisnis. 'Saya cuma pernah bekerja di PricewaterhouseCoopers dan sebuah bank Jepang,' katanya lagi. Oleh sebab itu, ia mengambil waralaba CinnZeo sebagai proses belajar. 'Saya dibimbing oleh franchisor, dari A sampai Z. Buat saya, yang pertama kali berbisnis, memang sebaiknya mulai dengan waralaba,' ungkap sulung dari tiga bersaudara ini.

Uniknya, untuk mendapatkan CinnZeo, ia mengaku searching lewat internet. 'Saya cari-cari franchise yang menarik tapi tak terlalu mahal,' kata perempuan 28 tahun ini lagi. Butuh waktu empat bulan untuk menggandeng Global Cinnery Corporation, pemegang waralaba CinnZeo Asia Tenggara dan Cinnarol Bakeres Canada, dan menghadirkan CinnZeo di sini. 'CinnZeo dikenal dengan Cinnamon Roll-nya,' kata penyuka traveling ini, bangga.

Tara optimistis bisnisnya bakal melenggang di tengah persaingan dengan Starbucks, Coffee Bean, dan Tea Leaf. 'Tak cuma karena kelezatan Cinnamonnya, tapi juga suasana kafenya. Akan ada baking theatre, di mana pengunjung bisa melihat proses pembuatan dari bahan hingga keluar dari oven,' papar ibu seorang bayi lelaki berumur tujuh bulan ini. Begitulah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. (GCH)

Rabu, 16 April 2003
wartaekonomi.com
Read more...