My Salon By Rudy

Thursday, April 29, 2004

Oleh : S. Ruslina

Rudy Hadisuwarno yang sudah sukses dengan waralabanya ternyata belum puas.
Sejak Januari lalu, ia menggandeng PT Mega Mulia Mandiri (MMM) mengembangkan salon yang sudah eksis dua tahun sebelumnya untuk dijadikan salon waralaba menyasar kelas bawah, My Salon.

Salon yang sebelumnya sudah memiliki 8 gerai ini dikemas ulang dalam format dan manajemen Rudy Hadisuwarno. Agar lebih fokus dan menyasar targetnya, My Salon yang kini punya dua gerai baru hanya akan dikembangkan di Jakarta dan Surabaya sebagai kota? yang dinilai paling potensial.

Pada format baru ini, My Salon ditawarkan dengan cara waralaba yang menjanjikan return 25% lebih tinggi dibanding investasi di portofolio lain. Dalam hal ini, dijanjikan, pemilik modal - franchisee - tinggal menerima revenue sharing, sementara untuk kegiatan operasional harian, pihak pemberi franchise yang turun tangan.

Fee waralaba My Salon ditawarkan sebesar Rp 30 juta per lima tahun, sedangkan modal kerja yang dibutuhkan Rp 150 juta untuk keperluan pembukaan gerai, penyediaan alat dan renovasi. Masing-masing gerai harus memiliki standar area sekitar 60 m2, sementara pihak franchisee memiliki kewajiban memberikan royalti 8% total pendapatan.

Menurut Thomas Lie, Direktur MMM, dengan membeli waralaba My Salon, diyakini bisa memperoleh pendapatan setiap bulan Rp 30 juta. Bahkan, dengan hitung-hitungan yang ia miliki, diyakini pada tahun kelima pendapatan bisnis waralaba ini bisa mencapai Rp 60 juta per bulan.

Dijelaskan Rudy, target yang diharapkan untuk My Salon paling tidak satu tahun dapat membuka 10 gerai. Boleh jadi jumlah ini bisa tercapai karena menurut Rudy sejak ia bergabung dengan MMM, hanya dalam hitungan dua bulan, telah memperoleh sekitar 20 calon franchisee yang berminat mengembangkan My Salon. Rudy Hadisuwarno sendiri sebelumnya telah memiliki tiga merek salon yakni Salon Rudy, Salon Brown dan Salon Hadisuwarno (eksklusif).

Salon Rudy (20 gerai) dan Salon Brown (15 gerai) mengambil segmen menengah-atas. Lokasi pun disesuaikan dengan target pasar yang dituju yakni di mal-mal seperti Mal Cinere, Plaza Blok M, ITC Mangga Dua, Mal Artha Gading, Mal Cirebon, Supermal Pakuwon Indah.Yang membedakan di antara keduanya, Salon Rudy membidik segmen keluarga sedangkan Brown yang dibangun tiga tahun lalu membidik pasar remaja.

Adapun Salon Hadisuwarno dengan 15 gerainya membidik kalangan atas, karena lebih eksklusif. Hingga kini total gerai milik Rudy Hadisuwarno ada sekitar 130. "Bahkan target untuk tahun ini akan dibuka 10-20 gerai baru," ujarnya.Namun, maraknya bisnis salon di level menengah-bawah menggugah Rudy untuk memasuki area ini. Ketertarikannya dengan My Salon karena ia melihat, MMM memiliki keunggulan dalam hal pendekatan pemasaran.

Sementara itu, di satu sisi Rudy memiliki pendekatan pemasaran yang berbeda dari MMM. Kenapa harus My Salon. Saya melihat peluang untuk memperluas market share dengan cepat yang belum pernah disentuh Rudy Hadisuwarno," tutur penata rambut ini.Karena MMM diyakini lebih mumpuni di bidang pemasaran, ia pun menyinergikan kemampuan MMM dengan holding Rudy Hadisuwarno yang diakuinya unggul dalam hal pelatihan dan rekrutmen.

Karenanya, salah satu keunikan My Salon, tak perlu repot-repot merekrut karyawan sebab pihak Rudy Hadisuwarno yang menyediakan sumber daya manusianya.

Sumber: SWA

0 comments: