Fakta Penting Yang Perlu Diketahui Oleh Calon Franchisee (Pembeli Hak Waralaba)

Friday, December 24, 2004

Oleh : S. Muharam

Tahun 2005 diprediksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih dari 5%.
Perkiraan pertumbuhan ekonomi ini tentunya akan meningkatkan minat investasi di Indonesia. Pemilik modal diharapkan lebih memilih investasi di sektor ril, dibandingkan mengendapkan uangnya di tabungan atau instrumen keuangan lainnya.


Membeli hak waralaba merupakan salah satu alternatif investasi yang makin menarik pemilik modal di Indonesia. Namun ada beberapa fakta penting yang perlu dipertimbangkan oleh calon pembeli waralaba (franchisee). IFA (International Franchisee Association) menyarikan fakta penting tersebut di bawah ini:

1. Nilai franchise fee umumnya bersifat non-refundable; artinya setelah disetorkan tidak dapat diminta kembali. Sehingga calon franchisee mesti bersiap-siap atas resiko kehilangan nilai uang tersebut jika ternyata hak waralaba yang dibelinya gagal ditengah jalan, bahkan sebelum sempat beroperasi.

2. Pertanyaan paling penting bukanlah berapa besar anda memiliki uang untuk diinvestasikan; Namun berapa besar kerugiaan yang mampu anda tanggung jika ternyata bisnis waralaba anda mengalami kerugian. Tersediakah pinjaman yang sifatnya stand by jika membutuhkan tambahan dana? Apakah anda memiliki sumber penghasilan lain sementara usaha waralaba anda menyedot dana dan perhatian anda untuk menghasilkan cash flow positif?

3. Banyak franchisor akan menentukan secara sepihak dimana lokasi usaha anda, sejauh mana teritori yang diperbolehkan, menetapkan desain, menetapkan produk dan jasa yang boleh dijual, menetapkan resep dan bahan baku, bahkan menentukan cara anda mengelola usaha. Sanggupkah anda diatur secara ketat oleh franchisor anda?

4. Franchise aggreement (persetujuan waralaba) umumnya akan berakhir dalam 5, 10, 15 atau 20 tahun. Cek apakah anda memiliki opsi untuk memperpanjangnya.
Beberapa franchisor menentukan setelah periode tertentu franchisee tidak diperkenankan untuk memperpanjang perjanjian waralabanya. Hitunglah resikonya, apakah ketentuan ini masih menguntungkan anda atau tidak.

5. Lakukan survey pasar di lokasi anda. Apakah produk yang ditawarkan sudah banyak dijumpai di pasar? Apakah pasar telah jenuh oleh kompetisi? Apakah produk bersangkutan sudah ketinggalan jaman atau akan menurun konsumsinya di masa depan?

6. Berhati-hatilah terhadap praktek "hard sell". Cek kemampuan dan nama baik franchisor dalam memberikan dukungan jangka panjang yang kontinue kepada para franchiseenya. Luangkan waktu untuk cek referensi kepada para franchisee yang ada saat ini. Franchisor yang baik akan membantu dan memberikan dukungan bagi anda untuk memperoleh waktu, informasi dan data yang dibutuhkan.

Sumber: SMfranchise.com (c) 2004
Read more...