Alfamart: Citra Adalah Segalanya

Thursday, April 26, 2007

Pudjianto, Direktur Pengelola PT Sumber Alfaria Trijaya, berpendapat, dalam dunia waralaba, citra adalah segalanya. Nama adalah yang paling mahal dan berharga. “Mekanisme kerja atau bisnis, semua orang bisa melakukannya. Tapi nama, harus dibangun dan dipertahankan,” ujarnya tegas.

Waralaba yang berhasil biasanya memiliki citra dan reputasi yang baik. Sebaliknya, waralaba yang gagal biasanya juga karena citra dan reputasi yang terus memburuk. “Karena franchise adalah bisnis yang sangat terbuka. Semua orang merasa berhak memiliki dan mengetahuinya,” kata Pudjianto. Maka, siapa pun yang terjun ke bisnis waralaba sesungguhnya tengah mempertaruhkan kredibilitas dan kepercayaannya. “Sekali tercoreng kredibilitasnya, maka hancur pula image positif yang ada padanya.”

Dari pengalamannya, membangun citra baik produk/jasa dapat dimulai dengan membuat diferensiasi agar berbeda dari pesaing. Contohnya, kartu AKU Alfamart. Sebelum konsumen bertransaksi, kasir pasti pertama kali akan menanyakan kartu AKU dan menawarkan barang-barang tertentu sebagai promosi. “Ini gimmick khas dari kami,” ujar Pudjianto.

Eric Pradjonggo, praktisi waralaba, menambahkan bahwa citra memang akan efektif kalau menjadi yang pertama. Artinya, bila konsumen menganggap ada terobosan yang inovatif dan menjadi fenomenal, saat itulah citra diterima. Eric mencontohkan J-Co Donuts milik Johnny Andrean. Gebrakannya menampilkan donat lembut dengan nama-nama unik sangat fenomenal. Sehingga, ketika merek-merek berikutnya bermunculan – bahkan, Krispy Creme ada di Amerika Serikat lebih dulu -- menjadi tidak berarti apa-apa.

Maka, Eric menyarankan, untuk membangun citra baik di mata konsumen dan pelanggan, baik franchisor maupun franchisee dianjurkan tidak berhenti menggali kreativitas. Di tengah kompetisi superketat saat ini, kreativitas bisa menjadi juru selamat bagi bisnis yang sedang dijalankan. Sementara itu, citra baik akan menyusul.

Reportase: Wini Angraeni/SWA

0 comments: