Petrus Puspo Sutopo. Pemilik Waralaba Bakmi Mie-Kita

Monday, June 4, 2007

Langkah memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Banyak pertimbangan di sana sini, bahkan tak sedikit yang kemudian mengurungkan niat untuk membuka usaha. Namun tidak bagi Petrus Puspo Sutopo.

Bakat bisnis Petrus yang memang sudah terasah semenjak kecil, akhirnya terealisasi dengan usaha gigihnya merintis sebuah sistem bisnis, yang sekarang di bawah nama dagang Bakmi Mie-Kita. “Saya mentalnya gambling, memang mental yang diperlukan untuk menjadi pengusaha,” Petrus mengakui.

Penuturan tersebut dibuktikan dengan pengalamannya ketika merintis pertama kali bisnis tersebut. Ia memberanikan diri memulai bisnis hanya dengan modal Rp300 ribu sekitar 14 tahun yang lalu. Itupun pinjaman dari seorang teman. Apa yang dilakukannya? “Ketika itu Saya percaya diri masuk ke gedung Kompas untuk mengiklankan sistem bisnis dengan harapan ada yang tertarik untuk bekerjasama. Ya, modal utama Petrus ketika itu adalah sistem yang dikembangkannya dari pemikiran dan pengalamannya selama bertahun-tahun.

Gayung pun bersambut
Bisnis makanan yang selalu dicari orang jadi pilihan. Untuk pertama kali, sistem tersebut diterapkan pada bisnis makanan Bakmi Majapahit yang berlokasi di Mall Taman Anggrek dan kemudian Bakmi Safari 88 di Taman Safari Cisarua. Setelah kedua usaha berkembang, Petrus pun kemudian memiliki ide untuk membangun usaha Bakmi bernama Bakmi Mie-Kita yang saat ini telah dikenal dengan salah satu bisnis waralaba di Tanah Air.

Waralaba Bakmi Mie-Kita dengan franchisee fee Rp35 juta ini mulai dipatenkan pada tahun 2005 saat ini memiliki total 13 outlet di berbagai daerah. Tiga diantaranya milik sendiri, sementara lainnya merupakan kerjasama dengan para franchisee. Memang bukan jumlah yang besar. Tapi untuk menjaga kelangsungan bisnis waralaba ini Petrus punya alasan. “Bagi Saya tak perlu outlet banyak-banyak. Tapi yang penting outlet yang ada kuat,” ujarnya. Untuk itu ia terbilang sangat selektif dalam menerima franchisee serta ketat memberlakukan sistem yang telah dibuat.

Bahkan seperti permintaannya, 80% dari outlet merupakan milik franchisee sendiri (bukan sewaan,-Red). Jikapun sewa tempatnya adalah di mall sehingga memiliki pasar yang jelas. Bahkan di tengah perjalanan, jika franchisee terbukti menyimpang, tak segan-segan Petrus menutup gerainya.

Selain komitmen pada sistem yang kuat, menurut Petrus, membangun sebuah waralaba yang kuat juga membutuhkan keunggulan produk. Untuk itu tak heran jika Bakmi Mie-Kita memiliki lebih dari 100 pilihan menu dengan citarasa yang menurutnya khas.

Bisnis di bawah bendera PT Sistem Waralaba Bakmi Mie-Kita ini menurut Petrus juga cukup membanggakan dari sisi pencinta rasa. Sesuai dengan filosofi bisnis yang dibuat, yaitu ‘Sekali Coba Tetap Disuka’, sambung Petrus, pelanggan Bakmie-Mie Kita cukup konsisten. Secara angka, omset di Jakarta secara rata-rata bisa mencapai Rp30 juta per bulan. Diakui bahwa angka lebih fantastis justru ada di luar Jakarta. “Di luar Jakarta Kami jago. Balikpapan bisa mencapai Rp90 juta hingga Rp120 juta per bulan, sementara Pontianak bisa sampai Rp80-an juta,” Petrus menguraikan.

Semangat bisnis tampak semakin kuat ketika Petrus juga menawarkan berbagai jasa di bawah bendera yang sama. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Jika ada franchisee yang baru akan membuka usaha, Petrus juga menyediakan berbagai keperluan, mulai dari penyediaan mesin mie, menawarkan renovasi bangunan, disain interior, instalasi gas dan sebagainya.

Pandangan Tentang Bisnis
Bila mencoba membuat urutan prioritas hal-hal yang penting diperlukan dalam membangun sebuah bisnis, baginya ada 4 hal yang mesti dimiliki. “Belajar dari pengalaman, pertama itu yang penting adalah skill, kemudian kejujuran, keuletan, baru modal,” ujar Petrus.


Pria yang pernah mengecap rasanya jadi karyawan dari nol ini menyadari kalau dirinya bukanlah orang yang bertipe sebagai pekerja. Alasannya ia tidak bisa diatur orang lain. “Jika disuruh masuk jam 7 (pagi) atau pulang jam 5 (sore) itu Saya tidak bisa. Tapi kalau perlu bisa saja Saya bekerja dari pagi hingga paginya lagi,” urai Petrus.

Makanya tak heran jika akhirnya ia memilih untuk berwirausaha. Seiring dengan filosofi hidupnya yang ingin menolong orang. “Dari kecil Saya hidup banyak ditolong orang, maka Saya bercita-cita ingin menolong orang. Saya juga ingin seperti bidan. Tapi kalau bidan membantu kelahiran, maka Saya ingin mencetak pengusaha-pengusaha baru,” tandas Petrus. (SH)

Sumber: wirausaha.com
http://www.wirausaha.com/utama/profil/petrus_puspo_sutopo.html

1 comments:

bpk muliadi said...

¬ hal yg tidak pernah terbayangkan kini menjadi kenyataan,dengan keluarga saya untuk AKY SANTORO kami ucapkan banyak terimah kasih karna berkat BANTUAN AKY SANTORO ALHAMDULILLAH keluarga kami bisa lepas dari segala HUTANG HUTANG. karna nomor togel yang di berikan KY SANTORO YAITU-4D. nya BENAR BENAR TERBUKTI TEMBUS 100% DAN SAYA MEMENANGKAN.125 juta.ALLHAMDULILLAH saya bisa menutupi semua tuhang hutang saya.dan MOTOR saya yg dulunya aku gadaikan,kini sudah di tebus kembali.dan kami juga sudah membuka usaha kecil kecilan,kami tidak menduga KY SANTORO TELAH MERUBAH NASIB KAMI DALAM SEKEJAP.dan hanya AKY SANTORO Lah DUKUN TOGEL YANG PALING BERSEJARAH DI KELUARGA KAMI.ini adalah benar benar kisah nyata dari saya.dan saya tidak malu menceritakannya.semua tentang kesusahan yg perna saya jalani.karna di situlah saya mulai berfikir bahwa mungkin masih banyak saudara kami yg membutuhkan bantuan seperti saya.yang ingin seperti saya silahkan hub AKY SANTORO DI NOMOR(_0823_1294_9955_).DI JAMIN 100% TEMBUS.JIKA ANDA PENUH KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI.DAN SAYA SANGAT YAKIN BAHWA ANGKA GHOIB YANG DI BERIKAN KY SANTORO DAPAT MERUBAH NASIB ANDA SEPERTI SAYA.SEBELUMNYA SAYA MOHON MAAF KALAU ADA PERKATAAN SAYA YANG KURANG SOPAN.TOLONG DI MAAF KAN.TERIMAH KASIH.THANK'Z ROOMX ZHOBATH.!!!