J.Co Franchise Favorit di Malaysia

Saturday, November 10, 2007

Indro Bagus SU - detikfinance

Bisnis waralaba di Malaysia tidak seatraktif di Indonesia karena lebih banyak diisi pemain bermodal besar. Tapi J.Co, waralaba asli Indonesia mampu menembus pasar Malaysia.

Donat J.Co, menjadi salah satu franchise yang difavoritkan konsumen negeri jiran, dan menjadi salah satu waralaba asing terbesar di Malaysia.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh CEO Malaysia International Franchise Sdn Bhd, Shahrul Aslan Mohd Zulkifli, dalam seminar 'Franchise & License Indonesia Expo 2007' di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (10/11/2007).

Shahrul mengakui kondisi bisnis waralaba di negaranya tidak berkembang luwes seperti di Indonesia. Ada berbagai sebab mengapa franchise bermodal kecil susah berjaya di Malaysia. Tantangan utamanya adalah, biaya retail premises di Malaysia cukup tinggi, yaitu sekitar US$ 5-8 per meternya.

"Oleh sebab itu, bisnis ini tidak berkembang besar, kecuali untuk brand-brand besar yang memiliki modal yang memadai," ungkap Shahrul.

Ia menambahkan, jumlah mal di Malaysia tidak sebanyak di Indonesia. Tren yang berkembang di Malaysia, adalah berkembangnya franchise besar berupa hipermarket asing, bukan dalam bentuk mal-mal.

"Hambatan selanjutnya adalah, bank komersial di Malaysia tidak tertarik memberi pinjaman untuk membuka usaha franchise. Tidak seperti di Indonesia, industri ini didukung oleh kucuran dana dari bank komersial," jelas Shahrul.

Kebanyakan franchise asing di Malaysia mendapat tentangan dari pelaku pasar lokal, terutama dari sektor bisnis kecil. Dampaknya, franchise asing yang mendapat tentangan itu, tersingkir ke pinggiran kota, seperti misalnya hipermarket asing.

Per 31 Oktober 2007, jumlah franchise di Malaysia mencapai 318 brand. Jumlah yang tidak banyak ini, jelas Shahrul, karena di Malaysia franchise lokal sulit berkembang.

"Sebagaimana hambatan-hambatan tadi, franchise lokal di Malaysia sulit menyaingi brand asing yang ada. Tidak seperti di Indonesia, brand franchise lokal yang tidak besar pun bisa berkembang," kata Shahrul. (ir/ir)

Sumber : detikfinance

0 comments: