Apakah Waralaba Cocok Buat Anda?

Saturday, February 23, 2008

Tiap tahunnya makin banyak orang yang bermimpi keluar dari rutinitas 9 pagi – 5 sore dan memiliki aspirasi bekerja sendiri (self employed) dengan membangun bisnis.

Meski begitu namanya membangun bisnis bisa menjadi proses menakutkan. Dan seperti keputusan besar lainnya, maka penting untuk melihat seluruh opsinya.

Waralaba sering dilihat sebagai bisnis yang lebih kecil risikonya. Waralaba memberikan peluang Anda membuka bisnis sendiri dengan dukungan dan back up dari perawalaba. Namun waralaba tak cocok bagi semua orang dan terdapat sejumlah pertanyaan yang perlu dipertimbangkan.

Apakah ini opsi menarik?
Waralaba merupakan opsi menarik bagi sebagian orang. Waralaba memungkinkan anda berinvestasi dalam sebuah sistem mapan, telah dicoba dan teruji, dan terbukti keberhasilannya.

Waralaba juga memberikan pelatihan awal dan bantuan selama operasi dari pewaralaba. Merek yang diakui dan daya beli tinggi dari jaringa yang luas, merupakan potensi keuntungan lain dari investasi waralaba. Namun ingat, tidak ada bisnis yang bebas risiko karen aitu teliti opsi yangtersedia dengan hati-hati.

Apakah Waralaba Cocok buat Anda?
Sebagai terwaralaba Anda akan mendapatkan bantuan dari pewaralaba. Meski demikian Anda tetap perlu memotivasi diri, memiliki gerak dan komitmen kerja keras untuk membangun bisnis yang sukses. Waralaba bukanlah garansi kesuksesan. Meskipun satu tingkatan keberhasilan sudah tercapai, diperlukan kerja keras agar bisa mempertahankan profitabilitas.

Bekerja untuk diri sendiri menuntut hal berat dari Anda dan keluarga. Penting bagi Anda mendapatkan dukungan penuh mereka dan memahami ketika Anda membangun bisnis. Mungkin saja sulit membayangkan gaji dari bisnis (waralaba) pada tahap-tahap awal, karena itu Anda perlu mempertimbangkan keadaan keuangan secara hati-hati.

Dapatkah Saya Mencapainya?
Tingkatan investasi yang dibutuhkan amat bervariasi. Anda perlu memilih peluang yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda—jangan melebihinya. Kebanyakan pewaralaba akan memberikan indikasi bagaimana kinerja terwaralaba sebelumnya. Namun, tentu saja ini bukan garansi bagi kesuksesan Anda. Anda perlu meneliti sendiri bisnis yang potensial di sekitar Anda dan mencari bantuan profesional dalam membuat proyeksi keuangan. Berbicaralah pada terwaralaba yang ada dan tanyakan mengenai bantuan yang mereka peroleh dan apakah pengelolaan mereka mencapai proyeksi keuangannya. Selalu disarankan pula memiliki dana cadangan yang bisa Anda pergunakan jika bisnis memerlukan waktu lebih lama hingga bisa mapan.

Top ten tips

1. Penilaian sendiri
Jujurlah pada diri sendiri. Apakah Anda sudah mendapatkan atribut yang tepat untuk membangun bisnis yang sukses? Kisah sukses dalam semalam amat jarang, tetapi lebih banyak yang memerlukan kerja keras dalam membangun bisnis. Menjalankan bisnis sendiri bisa lebih menguntungkan, namun bisa pula meminta tanggung jawab penuh terhadap konsumen, pemasok, dan karyawan.

2. Lakukan Riset
Secara common sense anda memerlukan perjalanan panjang menuju sebuah keputusan apakah waralaba yang ditaksir akan sesuai untuk Anda. Pastikan bahwa Anda melihat peluang bisnis dan Anda memiliki kecakapan tentangnya sekaligus mampu menjangkaunya.

3. Ajukan Pertanyaan
Ketika mempertimbangkan hak waralaba, penting bagi Anda mengajukan pertanyaan sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan pengetahuan (informed decision).

4. Bicaralah pada Terwaralaba
Penting bagi Anda berbicara kepada terwaralaba yang sudah ada. Tanyakan mengenai bantuan yang mereka dapatkan dan apakah mereka mencapai proyeksi finansial awal mereka. Luangkan waktu untuk berbicara dengan beberapa terwaralaba untuk mendapatkan opini yang luas sebelum Anda membuat keputusan.

5. Dukungan keluarga
Anda akan membuthkan dukungan keluarga ketika membangun bisnis. Disarankan untuk mendiskusikan bagaimana pengaruh bekerja sendiri pada keluarga sebelum membuat komitmen. Jika anda tak mendapatkan dukungan penuh, hal ini akan menjadi kebodohan jika dilanjutkan. Karena itu libatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

6. Nasihat Profesional
Sebelum membuat komitmen berinvestasi dalam bisnis waralaba, Anda seharusnya mencari nasihat dari profesional. Bank akan memberi Anda penilaian yang berharga. Jaringan bisnis konsultan dan akuntan dapat pula mengasistensi Anda dalam memproduksi rencana bisnis.

7. Rencana Bisnis
Rencana bisnis memiliki tujuan ganda. Sebagai dokumen kerja yang akan menjadi bencmark kinerja bisnis Anda, sekaligus merepresentasikan dukungan finansial bagi bisnis Anda. Rencana bisnis penting disajikan dengan baik. Juga disarankan mengirimkan salinannya kepada kreditor terlebih dulu sebelum rapat yang dijadwalkan.

8. Pinjamlah dalam jumlah yang sesuai
Semakin besar Anda meminjam maka makin besar biaya yang akan ditanggung. Akibatnya Anda harus menghasilkan keuntungan yang lebih besar untuk mentupi biaya. Karena itu pinjamlah sesuai kebutuhan. Jika anda gagal mendapatkan modal dalam jumlah cukup, kemungkinan akan sulit mendekati lagi (re-approach) kreditor setelah itu untuk menjamin dana tambahan, terutama jika bisnis belum menunjukkan kinerja seperti diproyeksikan dalam rencana bisnis.

9. Cadangan Darurat
Selalu disarankan agar memiliki cadangan dana apabila bisnis memerlukan waktu lebih lama seperti diharapkan untuk take off. Rencana darurat untuk pengeluaran beberapa tahun akan sangat bermanfaat.

10. Ikuti Sistem
Anda berinvestasi pada model bisnis yang melelahkan, teruji, dan sudah terbukti. Karena itu penting mengikuti sistem yang dikembangkan pewaralaba untuk membuka peluang sukses bagi Anda.

Sumber : Plasawaralaba
http://www.plasawaralaba.com/home.php?link=article&value=27&date=2008-01-28%2014:02:46
Dari berbagai sumber
Read more...

Waralaba 2008: Ramai-ramai Jadi Lisensi?

Oleh : Utomo Njoto (SWA)
Para pebisnis waralaba di Indonesia menghadapi tenggat (batas waktu) pendaftaran waralaba yang menurut Peraturan Pemerintah (PP) tentang Waralaba No. 42 Tahun 2007 akan berlaku efektif mulai tanggal 24 Juli 2008. Pewaralaba wajib mendaftarkan prospektus penawaran waralaba, dan terwaralaba harus mendaftarkan perjanjian waralaba.

PP ini dituding terlalu ketat mengatur bisnis waralaba. Padahal, PP ini disusun untuk menjawab seruan para pebisnis yang menghendaki perlindungan bagi para investor yang hendak menjadi terwaralaba.

Sejumlah praktisi waralaba memperkirakan PP ini bakal mengakibatkan migrasi dari sejumlah pebisnis waralaba ke bentuk kerja sama bisnis yang belum diatur ketat oleh pemerintah, yaitu lisensi, business opportunity (BO), dan paket usaha.

Bisnis yang belum memenuhi kriteria untuk menawarkan peluang waralaba harus menyingkir dari arena waralaba. Bila keras kepala dan tetap menggunakan istilah waralaba, mereka akan ditindak tegas. Bahkan dendanya bisa mencapai Rp 100 juta.

Harus diakui, kriteria untuk menjadi waralaba dalam PP ini terlalu ketat. Namun, bagi yang memenuhi syarat seharusnya kriteria ini justru menguntungkan dan meningkatkan kredibilitas.

Beberapa waralaba harus menjadi nonwaralaba karena memang tidak layak untuk diwaralabakan. Beberapa yang lain mungkin sebenarnya layak atau potensial untuk diwaralabakan, tapi tersandung syarat harus sudah beroperasi minimum lima tahun.

Belum lima tahun beroperasi.
Ini merupakan syarat yang agak berlebihan, meski cukup positif sebagai perlindungan bagi investor. Saya katakan berlebihan, sebab terbukti sejumlah waralaba besar yang sukses sekarang ini diwaralabakan di tahun kedua atau ketiga operasional bisnisnya, misalnya Odiva dan Veneta System.

Para pewaralaba yang belum lima tahun beroperasi pada tanggal 24 Juli 2008, disarankan untuk migrasi sementara ke lisensi merek, atau paket usaha, atau BO. Setelah lima tahun operasional, mereka dapat kembali menjadi waralaba.

Tidak memiliki ongoing support.
Pewaralaba yang sudah lima tahun beroperasi tapi tidak punya ongoing support memang tidak layak mengklaim bisnis mereka sebagai waralaba. Ongoing support alias bimbingan berkelanjutan dari pewaralaba kepada terwaralaba, minimal pengelolaan merek berupa strategi dan implementasi komunikasi pemasaran yang terpadu, termasuk pengawasan mutu untuk menjaga reputasi mereknya. Dalam cakupan yang lebih luas, bimbingan ini meliputi keseluruhan sistem bisnis, yaitu manajemen kepegawaian, sistem administrasi, dan hal-hal teknis seperti petunjuk penyajian makanan pada bisnis restoran.

Belum punya gerai yang sudah profit.
Aneh tapi nyata, sesungguhnya ada beberapa bisnis yang diwaralabakan meski belum ada gerai yang sudah terbukti menghasilkan profit memadai. Lebih aneh lagi, ada investor yang bersedia menempatkan uangnya untuk waralaba semacam ini.

Mulai 24 Juli 2008 mendatang, penawaran peluang waralaba tidak bisa lagi dilakukan oleh bisnis yang belum terbukti menguntungkan. Tentu saja ini tergantung pada konsistensi para pejabat yang berwenang mengawasi peraturan yang telah disusun.

Tiga alasan di atas merupakan hal mendasar yang akan memaksa pewaralaba untuk menjadi nonwaralaba karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh PP. Namun, bila ada yang memenuhi syarat tetap memilih menjadi nonwaralaba, hal ini sangat disayangkan. Arena waralaba memberi kredibilitas lebih tinggi, sebab persyaratan yang ditetapkan dalam PP ini meminimalkan risiko investasi para terwaralaba.

Pernyataan di atas tidak bermaksud memandang rendah pebisnis yang menawarkan pola lisensi dan nonwaralaba lainnya. Akan tetapi, kurangnya regulasi pada kelompok nonwaralaba tentu membuat bisnis-bisnis yang belum teruji berada di sana.

Bagi yang sudah teruji tapi tersingkir oleh aturan minimum operasional lima tahun, anggap saja jalur nonwaralaba ini semacam tempat pengasingan sementara. Tetaplah bertahan dan kembalilah menjadi waralaba setelah memenuhi persyaratannya. Calon investor akan memahami posisi Anda yang tersingkir hanya karena syarat minimum sudah beroperasi lima tahun.

Tidak punya laporan keuangan tahunan?
Salah satu alasan pewaralaba dari kelompok UKM yang hendak menjadi nonwaralaba adalah persyaratan melampirkan laporan keuangan dua tahun terakhir. Sesungguhnya persyaratan laporan keuangan ini bukanlah laporan teraudit. Jadi, pewaralaba tidak sulit untuk memenuhinya. Lampirkan saja laporan keuangan tahunan yang dilaporkan ke Kantor Pajak.

Bila laporan keuangannya belum membukukan laba, memang harus melakukan perbaikan kinerja lebih dulu. Pewaralaba dapat melakukan migrasi dulu ke nonwaralaba, lalu kembali menjadi waralaba setelah memenuhi syarat.

Terwaralaba tidak punya NPWP?
Ini adalah salah satu alasan yang sangat tidak masuk akal yang pernah saya dengar dari pewaralaba yang sudah memenuhi syarat tapi memutuskan untuk menjadi nonwaralaba.

Beberapa pewaralaba yang mengajukan alasan ini menyebutkan bahwa bisnis yang diwaralabakan sangat kecil, misalnya dalam bentuk gerobak, atau sekadar pick up point laundry.

Bila laba usaha belum melewati batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP), konon pada prinsipnya NPWP tidak wajib. Kalau laba usaha belum melewati batas PTKP, seyogyanya terwaralaba bisa melampirkan keterangan atau pernyataan mengenai jumlah laba usaha ini saat mendaftarkan perjanjian waralaba, sehingga tidak perlu melampirkan NPWP.

Namun bila memang sudah di atas PTKP, investor wajib memiliki NPWP. Hal ini berlaku untuk semua, bukan hanya waralaba.

Mengingat petugas pajak sedang melakukan eksensifikasi untuk menjaring warga negara yang penghasilannya di atas PTKP, maka setiap bisnis berpotensi diperiksa. Jadi, bentuk nonwaralaba tidak akan membebaskan investor dari kewajiban memiliki NPWP.

Inkubator.
Pemberlakuan PP No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba ini mau tidak mau akan memaksa pebisnis yang hendak mewaralabakan usahanya, tapi belum memenuhi kriteria, untuk sementara waktu masuk dulu ke inkubator, yaitu lisensi, BO, atau paket usaha. Meski demikian, sistem yang diterapkan tetap bisa menggunakan model waralaba, dengan catatan mengubah beberapa istilah mendasar, misalnya, biaya awal waralaba dan royalti dengan istilah-istilah lainnya. Dapat diprediksi, dengan kondisi seperti ini, penawaran lisensi dan BO akan makin marak di tahun 2008.

Bila Anda sudah mewaralabakan usaha Anda, atau sudah menjadi terwaralaba, tapi pewaralaba belum memenuhi kriteria dalam PP tersebut, maka perjanjian waralaba yang sudah ada seyogyanya diamendemen menjadi Perjanjian Lisensi, Perjanjian Kerja Sama Business Opportunity, atau Perjanjian Kerja Sama Paket Usaha.

Sumber : SWA
URL : http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/details.php?cid=2&id=259
Read more...

UI Siapkan Waralaba Taman Pengembangan Anak

Friday, February 22, 2008

Universitas Indonesia (UI) menyiapkan Taman Pengembangan Anak untuk dijadikan usaha waralaba guna dikembangkan di daerah lain.

"Kalau di daerah Bumi Serpong Damai (BSD) atau Pondok Indah mau membuka Taman Pengembangan Anak silakan saja dengan cara franchise (waralaba)," kata Rektor Universitas Indonesia, Prof Gumilar Rusliwa Somantri, usai meresmikan Taman Pengembangan Anak di Fakultas Psikologi, UI di Depok, Jumat.

Seperti diberitakan kantor berita Antara, ia mengatakan akan menyiapkan modul-modul, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dibutuhkan dalam membuka Taman Pengembangan Anak.

Untuk saat ini, UI sudah menyiapkan prototipe yaitu Taman Pengembangan Anak Makara (TPAM) yang berada di Fakultas Psikologi UI.
TPAM tersebut, kata Rektor, akan memungut biaya sebesar Rp500 ribu per anak, untuk dua kali penitipan setiap minggu yaitu Senin-Rabu atau Selasa-Kamis, pada pukul 08.00-16.00 WIB.

Pembangunan TPAM tersebut dilakukan secara serius, sehingga penanganannya dilakukan secara profesional dengan melibatkan ahli di bidangnya masing-masing.
"Kita siapkan dokter gigi, ahli psikologi dan ahli gizi," jelasnya.

Sedangkan Dekan Fakultas Psikologi UI, Dharmayati Utoyo Lubis mengatakan, TPAM mempunyai keunggulan yaitu membantu orang tua dalam mengembangkan anak yang optimal dengan memperhatikan aspek kesehatan, gizi, dan psikososial.
"TPAM merupkan hasil kolaborasi Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas kedokteran Gigi," jelasnya.

Anak-anak yang ada di TPAM ditangani secara rutin oleh tenaga medis, gizi, keperawatan, psikologi, dan dilaporkan perkembangan anak dalam bentuk rapor triwulan.
Orangtua juga dilibatkan karena TPAM tidak menggantikan peran orangtua melainkan membantu dalam mencapai tumbuh kembang anak yang optimal, kata dia.

Mengenai biaya, Dharmayati mengatakan para orangtua yang menitipkan anak harus membayar uang pangkal Rp750 ribu dan biaya bulanan sebesar Rp500 ribu.
"Untuk saat ini masih terbatas untuk kalangan internal UI saja, seperti dosen dan para karyawan," ujarnya.

Sumber : Antara
Read more...

Daftar Peserta Pameran Franchise 2008

Monday, February 18, 2008

Jangan lupa berkunjung ke pameran franchise yang diadakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia, Majalah Info Franchise Indonesia dan NEO Organizer yang akan diadakan pada :

Tanggal : 8-10 Februari 2008 (Jumat - minggu)
Waktu : Pkl. 10.00 - Pkl. 20.00 wib
Lokasi : Semanggi Expo, Kawasan SCBD (Kawasan Bursa Efek Jakarta)
Tiket Masuk : Rp. 25.000,- (dapet gratis majalah info franchise edisi koleksi)

Berikut ini daftar sementara peserta pameran & katagorinya :

1. Mini Market : AlfaMart & Circle K

2. Makanan & Minuman : Gloria Jeans Coffe, Rice Bowl, Mr. Baso, Kebab Turki, Anya Kebab, Red Crispy, Jessylyn & Cakes, Buana Burger, Tella Krezz, Suga Food, King Fries, Royal Crepes, Sandwich Bakar, Bakso Cak Eko, Bakmi Raos, ikki bento, dll

3. Pendidikan : TBI, Mind Lab, Tunas Jakasampurna, I-Tutor Net
4. Otomotif : Auto Bridal, C3, MAC, King Auto
5. Apotik : Apotik K-24, Apotik Century
6. Travel : TX Travel, Iwata Travel, Midas Tour

7. Lainnya :
Chipmunks (Taman Bermain), Tata Cipta (Baby Foot Print), Semesata Selaras, ECHO Print (Foto Box), Gold Shape, Esther Clinique (klinik kecantikan), Roto Rooter (plumbing), 3B consulting, Prima Macell (teknisi HP), Monex, HOLCIM, BRI dan masih banyak lagi

Nantikan juga roadshow pameran franchise di kota lainnya :

Bandung 22-24 Februari 2008 (Graha Manggala Siliwangi)
Yogyakarta 7-9 Maret 2008 (Mandala Bakti Wanitatama)
Surabaya 27-29 Maret 2008 (Tunjungan Plaza Lantai 7)
Semarang 11-13 April 2008 (Java Design Center, Ged. Kadin)

Untuk info selengkapnya klik :
www.neo-promosindo.com/organizer
www.franchise-indonesia.com
Read more...

Peluang Usaha Waralaba Roti Cane

Sunday, February 10, 2008

Suhendra - detikfinance

Jakarta - Mencari makanan khas Timur Tengah yakni Roti Cane kian mudah didapatkan di Indonesia. Roti ini bukan hanya digemari oleh pendatang dari Timur tengah tapi juga sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Tertarik membuka bisnis ini?

Sekarang hadir Roti Maryam Aba-Abi yang menawarkan bisnis waralabanya.

Tapi jangan salah, meski menawarkan jenis roti impor, tapi franchise ini asli lokal. Bahkan pemiliknya orang Surabaya.
"Makanan Timur-Tengah sekarang banyak yang digemari di Indonesia, apalagi orang Indonesia senang mencoba makanan baru," kata Presiden Direktur PT Baba Rafi Indonesia yang membawahi franchise roti Maryam, Hendy Setiono kepada detikFinance, Minggu (10/2/2008).

Roti Maryam Aba-Abi memiliki konsep makanan cepat saji ala Timur Tengah yang mengedepankan cita rasa roti dengan paduan bumbu-bumbu khas negara 1001 malam itu, tentunya dengan beragam citarasa yang menggugah selera.
"Kita yang pertama kali membawa konsep sejenis roti cane ke Indonesia, di negara asalnya juga di negara lain seperti Malaysia dan Singapura, roti ini sudah populer," kata Hendy

Bagi yang mau bergabung setidaknya anda perlu merogoh kocek Rp 40 juta untuk paket gerobak, Rp 60 juta paket booth hingga Rp 80 juta untuk paket dine in.
Nantinya pihak Roti Maryam selain memberikan fasilitas seperti satu unit gerobak atau counter khusus. Juga siap memberikan layanan pelatihan operator, freezer box, bahan baku,software, pelatihan keuangan dan lain-lain

Sebagai gambaran saja buat menekuni usaha ini anda perlu bersabar hingga 1,5 tahun untuk bisa balik modal. Dengan catatan anda harus mampu mencapai omzet Rp 350 ribu hingga Rp 625 ribu per hari.
Dari omzet itu diperkirakan anda bisa mengantongi keuntungan Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta per bulan. Maklum laba anda yang peroleh harus dipotong royalty fee 5% per tahun.

Disamping itu untuk memperlancar bisnis anda setidaknya ada harus mempersiapkan modal tambahan seperti kendaraan sepeda motor untuk operasional. Untuk delivery order

Selain itu, buat anda yang tidak mau kecewa, jangan lupa membidik lokasi target pasar dengan jeli. Menurut Hendy, lokasi menjadi kunci utama untuk sukses di bisnis ini. Terutama jangan lupa membidik pasar anak muda misalnya di lokasi kampus dan perumahan.

"Hingga kini roti Maryam telah memiliki 45 outlet yang tersebar di Pulau Jawa, "Tahun 2008 ini saya targetkan bisa tumbuh menjadi 100 outlet," harapnya.
"Bahkan dalam pameran info franchise expo yang selesai hari ini, sudah ada 10 yang berminat menajdi franchisee atau pembeli franchise, " tambahnya. (hen/arn)

Sumber : detikfinance
Read more...

Berminat Investasi di Franchise? Why Not?

Suhendra - detikfinance

Jakarta - Usaha waralaba atau franchise di Indonesia tampaknya akan semakin bersinar. Hal ini terlihat dari semakin besarnya animo masyarakat Indonesia yang mulai melirik bisnis ini untuk memutar uangnya ketimbang disimpan di bank atau di pasar uang.

Pasalnya, hanya dengan modal yang terbilang minim rata-rata Rp 50 juta, namun menawarkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar kepada detikFinance, Minggu (10/2/2008).
"Banyak orang yang sudah tidak tertarik dengan bunga deposito dan sebagainya, sehingga mereka mencari alternatif usaha memutar uangnya melalui franchise,"ujarnya.
Hal ini dapat dlihat dari mulai menjamurnya berbagai franchise lokal yang jumlahnya semakin bertambah, yang juga mulai banyak diminati oleh masyarakat.

Namun ia menyayangkan perkembangan franchise lokal masih jauh tertinggal dengan franchise asing. Saat ini jumlah franschise dan business opportunity (BO) lokal di Indonesia masing-masing 60 dan 390 unit, atau total 450 unit usaha. Sementara jumlah franchise asing sekitar 250 unit usaha.

Pada tahun 2008, diperkirakan pertumbuhan jumlah franchise asing akan mencapai 10%, sehingga menjadi 275 unit usaha. Sementara franchise dan BO lokal diperkirakan akan tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu hanya 2% saja dari total 450 unit usaha di 2007.
"Memang kalau secara total mencapai 450 unit usaha, tetapi yang benar-benar memenuhi kreteria franchise hanya mencapai 60 saja,"katanya.

Anda berminat di bisnis ini, silahkan datang untuk mencari infonya ke Franchise Expo di semanggi expo, Jakarta. Pameran ini akan ditutup malam ini. (hen/arn)

Sumber : detikfinance
Read more...

Multiplus, Waralaba Business Center yang Semakin Dicari

Wahyu Daniel - detikfinance

Jakarta - Mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, membuat layanan pusat kebutuhan bisnis (business center) semakin dicari. Peluang usaha ini membuat Multiplus tergerak menjadi pelopor waralaba di bidang ini.

Chief Executive Efficer (CEO) dari Multiplus Hariono Ginoto mengatakan masih jarang sekali ada bisnis waralaba yang menawarkan spesifikasi layanan yang ditawarkan selengkap di Multiplus.

"Dalam sebuah gerai, Multiplus sendiri menawarkan 10 layanan yaitu pos & pengiriman barang, cetak kilat, fotokopi, wartel & fax, warnet, kartu telepon, biro iklan, sewa kotak surat, alat tulis kantor dan tiket pesawat." jelas Hariono kepada detikFinance di acara Info Franchise Expo, di Semanggi Expo, Jakarta, Minggu (10/2/2008)."Jadi bisnis ini sangat potensial karena semua kebutuhan masyarakat dari berbagai kalangan tersedia di sini," tambah Hariono. Hariono memprediksi dengan kondisi ekonomi yang semakin maju dimana bisnis terus berkembang, kebutuhan akan layanan seperti ini akan terus meningkat sehingga peluangnya ke depan cukup besar.

"Pendapatan tiap gerai selalu meningkat tiap tahunnya, dan saya rasa kinerja ini akan terus naik," ujarnya.

Tapi Hariono enggan menyebutkan berapa besar pendapatan per bulan rata-rata yang diterima oleh gerai Multiplus.

Sampai saat ini gerai Multiplus sudah berjumlah kurang lebih 105 gerai yang tersebar di barbagai kota di Indonesia. "Meskipun Jakarta masih mendominasi yaitu sebanyak 67 gerai, kita akan tingkatkan penyebaran di luar Jakarta tahun ini dengan perkembangan bisnis yang mulai menyebar di luar Jakarta," tuturnya.

Oleh karena itu, Hariono di tahun ini akan lebih membatasi aplikasi permintaan yang masuk untuk membuka gerai di Jakarta, dengan lebih memperbanyak pembukaan gerai di kota-kota luar Jawa.

"Di tahun ini untuk lebih meningkatkan pelayanan dan daya saing, maka kualitas akan lebih kita tingkatkan dan perbaiki. Target kita tahun ini akan buka 125-130 gerai dengan fokus di kota-kota baru, dan saya yakin itu akan tercapai," jelasnya.

Saat ini permintaan aplikasi yang dterima Multiplus melalui layanan aplikasi online cukup banyak. "Sebulan bisa ratusan, tapi kita sangat selektif," ujarnya.
Tertarik? Jika iya, anda bisa melihat biaya investasi yang ditawarkan jika anda ingin membeli waralaba ini. "Biaya investasi lengkap terdapat di www.multiplus.com," promonya. (dnl/arn)

Sumber : detikfinance
Read more...

4 Franchise Lokal Mendunia

Friday, February 8, 2008

Indro Bagus SU - detikfinance

Jakarta - Empat franchise lokal ternyata telah mendunia, dengan berhasil menggaet investor mancanegara khususnya dari Malaysia sebagai pembeli franchise atau franchisee.

Keempatnya adalah outlet donut J.Co Donuts dibeli franchisenya oleh investor Malaysia, bisnis cuci mobil dan salon mobil Autobridal oleh investor Malaysia, isi ulang tinta printer Veneta oleh investor Malaysia, Es Teler 77 oleh investor Malaysia, Singapura dan Australia.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar di acara Info Franchise Expo di Semanggi Expo, Jakarta, Jumat (8/1/2008).
"Outlet sepatu Edward Forrer juga siap mengikuti jejak mereka untuk go international, tapi belum tahu kapan karena kita bukan sebagai fasilitator. Kita sebagai asosiasi hanya memberikan penghargaan franchsie terbaik," ungkap Anang.

Bahkan menurut Anang untuk Autobridal di Malaysia ada 200 SPBU Petronas yang memajang fasilitas salon mobil dari Autobridal, karena masyarakat Malaysia sangat menyukai pelayanan dari AutoBridal. (arn/ir)

Sumber : detikfinance
Read more...

10 Franchise Terbaik Diumumkan

Indro Bagus SU - detikfinance

Binis franchise alias waralaba kian mendapat tempat di industri ritel. Ada 10 franchise terbaik yang dinilai karena sistem dan prospeknya yang terus maju.
Majalah Info Franchise umumkan 10 peringkat teratas franchisor di Indonesia berdasarkan kepuasan franchisee.

"Kami menunjuk The Bridge Consultant untuk melaksanakan survey bertajuk Franchise Satisfaction Survey (FSS). Survey telah diadakan selama 3 bulan mulai Oktober hingga
Desember lalu," ujar Pemimpin Redaksi Majalah Info Franchise, Tri Rahardjo, dalam
siaran pers, Jumat (8/2/2008).

FSS dilakukan terhadap 23 franchisor dengan total responden yang diwawancara sebanyak 387 atau 65% dari total franchisee yang ada.
"Sistem penilaiannya kami bagi 4 kategori, yaitu business prospect, franchise system, franchise support dan franchise relation," papar Tri.

10 franchisor tersebut adalah :
1. Action Coach
2. Shop & Drive
3. Odiva
4. Fastrackids
5. Primagama
6. Buana Bakery
7. Auto Bridal
8. Multiplus
9. Veneta System dan
10. TX Travel.

Acara penghargaan akan dilaksanakan bersamaan dalam rangkaian acara Info Franchise Expo, di Semanggi Expo, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Sabtu (9/2/2008).

Info Franchise Expo merupakan agenda rutin National Road Show Franchise and Business Concept Expo. Tahun ini agenda road show akan dilangsungkan di 5 kota besar yaitu, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Semarang. (dro/ir)

Sumber : detikfinance
Read more...