Kisah Sukses Pendiri Konimex

Saturday, April 12, 2008

Siapa kini tak kenal Konimex Group? Merintis usaha dari nol, Djoenaedi Joesoef kini bisa tersenyum lebar karena Konimex Group menjadi salah satu perusahaan tersukses di Indonesia.

Untuk mencapai semua kesukseannya itu, Djoenaedi harus menempuh jalan yang berliku. Ketika memulai dari nol, Djoenaedi bahkan harus rela menginap di rumah pelanggannya.

"Dulu saya memulai bisnis ini benar-benar dari bawah. Saya berjualan keliling-keliling. Terkadang saya tidak tidur di hotel atau di losmen, tapi saya menginap di rumah pelanggan saya. Bahkan kadang harus tidur satu ranjang," cerita Djoenadi.

Kisah itu disampaikannya dalam ceramahnya di workshop bertajuk "Wirausaha Muda Mandiri" di gedung Annex Building, Jl. H Agus Salim, Jakarta (15/11/2007). Dengan menginap di rumah pelanggan, Djoenaedi pun sering kena 'todong' pelanggannya. "Misalkan, pelanggan tersebut minta pada saya agar harganya dimurahkan," kenang Djoenaedi.

Bisnis obat yang dimulai dari kota kelahirannya, Solo, itu lantas diberi nama Konimex. "Konimex itu singkatan dari KONdang IMport EXport. Maknanya, ya saya berharap produk saya bisa kondang dimana-mana," ungkap pria berusia 74 tahun ini.

Djoenaedi juga menyampaikan bahwa anak-anak sekarang lebih beruntung. Pasalnya, jaman dulu ia tidak mendapatkan fasilitas pendidikan seperti yang ada sekarang. "Wong saya aja nggak sekolah tinggi-tinggi kok.

Saat mulai berpikir ekspansi usaha kecil-kecilan dulu, seperti mau pinjam uang ke bank, saya ini nggak bisa baca laporan pembukuan. Tapi dengan belajar giat, ya akhirnya bisa," ceritanya. Kuncinya, lanjut Djoenaedi, adalah mau belajar, memiliki semangat, dan yang paling penting disiplin menjalankan. Jika disiplin sudah berhasil dijalankan, maka orang itu sudah mempunyai integritas. "Integritas itu sangat penting. Kepercayaan orang untuk melakukan bisnis dengan kita, tidak cukup hanya dengan kemampuan saja, tapi integritas. Nah, dari integritas itu nantinya menghasilkan hubungan baik," pesan Djoenaedi. (dro/qom)

Sumber : http://www.detikfinance.com

0 comments: