Motivasi Bisnis Wirausaha

Saturday, April 11, 2009

Yang penting, selama semangat juang masih bisa dibangkitkan serta dikobarkan terus, bisa dipastikan bahwa jerih payah itu akan membuahkan hasil yang bermanfaat. Tanggalkanlah pendapat yang mengatakan bahwa usia lanjut adalah usia beristirahat. Justru, semakin usia bertambah, kebutuhan akan aktivitas kerja semakin meningkat.


Kenyataan sering membuktikan bahwa mereka yang terus aktif sampai usia senja, memiliki kesehatan yang lebih prima, tidak sakit-sakitan dan akan berumur panjang. Lanjut usia bukan alasan untuk mengatakan : aku sudah tua, aku sudah lelah, sudah terlambat, sudah tidak mempunyai ambisi dan seterusnya. Sebaliknya, yang muda usia pun jangan menganggap diri belum waktunya terjun kemasyarakat, karena merasa belum pengalaman, belum memiliki kemampuan, belum punya modal, belum siap mental dan sederetan belum lainnya. Dimanakah adanya tempat diantara “belum” dan “sudah” itu ?

Napoleon Hill mengatakan jangan selalu mencari-cari alasan untuk memaafkan diri sendiri (excusitis), karena hal itu justru yang paling sering menjerumuskan manusia kedalam jurang kemalasan dan kegagalan hidup. Steve Jobs, pendiri Apple Computer membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang yang sukses sebelum berumur 30 tahun. Demikian juga Bill Gates, bos Microsoft, berjaya pada usia muda. Dilain pihak, Ray Kroc memperlihatkan bahwa memulai usaha diusia lanjut, bukanlah masalah, terbukti bahwa ia bisa mendirikan kerajaan bisnis raksasa melalui usaha restoran McDonald’s diseluruh dunia.

Seperti diketahui Ray Kroc baru merintis secara sungguh-sungguh usahanya itu setelah berusia 52 tahun. Selain dia, Kolonel Sanders juga berhasil mengangkat usaha ayam gorengnya melanglang buana, melalui jaringan restoran Kentucky Fried Chicken yang mashur itu. Padahal, Sang Kolonel baru memulai bisnisnya setelah memasuki masa pensiun, hanya bermodal secarik resep masakan ayam goreng !

Memang patut diakui, permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat Indonesia tidaklah ringan. Luka-luka lama hasil penjajahan kolonialisme sepanjang beratus tahun, meninggalkan bekas yang amat dalam, membawa akibat kerusakan sikap mental dan motivasi yang parah jauh didasar alam bawah sadar. Inilah yang membuat mengapa kalangan menengah kebawah, lebih-lebih pribumi, sulit untuk bangkit kearah kemajuan yang berarti, walau berbagai konsep pembinaan masyarakat telah diterapkan dari generasi ke generasi.

Akibat-akibat yang merusak itu bisa terjadi karena adanya berbagai kebijaksanaan penjajahan yang diterapkan kaum kolonial, meliputi antara lain perangkap feodalisme, elitisme, serta materialisme terselubung. Politik kolonialisme berasal dari benua Eropa, yaitu dari negara-negara yang berbentuk kerajaan, dimana feodalisme memang hidup subur. Belanda dan Inggris adalah dua diantaranya.

Sumber :http://www.gacerindo.com/2008/utama.php?menu=klinikwirausaha&ida=153


Read more...

Rony Lukito : Lulusan STM Yang Sukses Menjadi Pengusaha Tas Merk Terkenal

Friday, April 10, 2009

Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak harta yang melimpah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan do'a.

Sebagai contoh kita lihat para pengusaha lokal yang sukses merintis perusahaannya dari 0 (nol), perusahaan yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari dari orangtuanya, tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah pengusaha tas asal Bandung yang satu ini bisa menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreuneur yang sukses. yuk, langsung saja kita simak penggalan kisahnya.

Rony Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia ini dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memperihatinkan. Orang tuanya bukanlah dari kaum berada. Dimasa remajanya Rony yang tinggal di Bandung adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguaruan tinggi swasta terfavorit. Melainkan dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah), meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan study-nya di salah satu perguruan tingggi swasta terfavorit di Bandung. Namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena harus terbentur masalah keuangan.

Semenjak bersekolah di STM Rony sudah terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik-plastik kecil, diikat dengan karet, kemudian susu tersebut ia jual kerumah-rumah tetangganya dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Masa remaja Rony di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan yang jauh dari kehidupan serba ada apalagi yang disebut kehidupan glamour.

Sesuatu yang tidak berlebihan jika banyak orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu memang akan selalu berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh ingin merubah nasibnya. Demikian pula Rony yang sejak remaja biasa bekerja, kini ia berhasil menjadi pengusaha sukses di bisnis tas berkat serangkaian usaha dan kerja kerasnya. Tidak salah memang jika Rony dikatakan sebagai seorang pengusaha tas terbesar di Indonesia.

Itu memang bukan kalimat yang berlebihan, lihat saja produk yang di hasilkan dari perusahaan Rony, B&B Incorporations (B&B Inc.) merajai pasar tas yang ada di Indonesia. Para pengunjung taktiku tentu kenal dengan merek-merek tas yang sudah populer ini, seperti: Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica, Broklyn dll. Mungkin merek tersebut dikalangan anak sekolah dan kuliahan sudah tidak asing lagi, yang memang produk-produk hasil perusahaan Rony sengaja di targetkan untuk kalangan pelajar.

Semua merek tas tersebut di distribusikan secara nasional, sehingga wajar bila merek dagangnya sudah sangat terkenal. Produk Rony juga tersedia di berbagai outlet modern seperti Toserba Ramayana, Matahari Departemen Store, Robinson, dan berbagai hypermart seperti Carrefour, hingga jaringan toko-toko buku seperti Gramedia, dan Gunung Agung belum lagi toko-toko dan grosir tradisional lainnya.

Hmmm... luar biasa bukan ?. Bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk menjadi seorang entrepreuneur? :) Perusahaan Rony murni dari hasil kerja kerasnya sendiri, bukanlah warisan dari orangtuanya.

Sumber: Buku 10 pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0
Read more...